Komisi VI: Kemendag Lamban Respon Permainan Mafia Daging

Surya Perkasa
10/8/2015 00:00
Komisi VI: Kemendag Lamban Respon Permainan Mafia Daging
(ANTARA/Yustinus Agyl)
Wakil Ketua Komisi VI DPR Heri Gunawan menilai harga daging melonjak karena rekayasa Mafia Daging. Dia menuding pemerintah lamban merespon harga daging terus melonjak di beberapa daerah karena permainan para Mafia ini.

"Kenaikan harga daging tertinggi dalam 3 dekade terakhir. Ini luar biasa. Itu karena Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan instansi terkait seperti Bulog terlihat lamban melakukan intervensi harga," kata Heri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/8).

Harga tembus mencapai Rp130 ribu per kg. Namun di lapangan, sapi masih murah dan peternak terlihat kesulitan menjual komoditasnya. Dia merasa stok daging yang banyak ditahan menjelang Hari Raya Idul Adha tidak benar.

Secara aturan Kemendag dan Bulog seharusnya sudah bisa melakukan intervensi pasar. Dalam Perpres tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting), Menteri Perdagangan punya wewenang penuh untuk melakukan intervensi harga. Apalagi dalam kondisi tertentu dan luar biasa seperti saat ini.

Dia berharap Kemendag yang dipimpin Rahmat Gobel segera berkoordinasi dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk mengintervensi harga yang dimainkan mafia. Kementerian terkait juga harus mengawasi potensi Mafia daging merekayasa harga dan distribusi daging lebih jauh.

"Jangan sampai peternak-peternak itu terus menjual sapinya ke lingkaran mafia. Harus dipastikan juga sebisa mungkin peternak tidak menjual daging sapi dalam bentuk gelondongan kepada tengkulak. Tapi, dalam bentuk karkas (daging segar) secara langsung ke pasar," kata Heri.

"Sekali lagi, Kemendag  jangan kalah dan nurut pada kemauan Mafia, demikian dengan Bulog harus berperan secara proaktif. Serta Kementerian Pertanian harus dapat melindungi para peternak sapi di Indonesia," tegas politikus Gerindra ini lebih lanjut. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya