Geliat Indonesia Timur di Tengah Resesi

Fathia Nurul Haq
05/8/2015 00:00
  Geliat Indonesia Timur di Tengah Resesi
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Di tengah perlambatan ekonomi dua kuartal berturut-turut, Maluku dan Papua berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,17% yoy.

Angka ini merupakan yang terpesat diikuti oleh Bali dan Nusa Tenggara dengan 8,88% pertumbuhan yoy dan Sulawesi sebesar 8,58% pertumbuhan yoy.

Pesatnya pertumbuhan di kawasan Indonesia Timur mengindikasikan potensi baru ditengah jenuhnya pembangunan di Pulau Jawa. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyebut potensi Indonesia Timur cukup menjanjikan.

"Itu pengaruhnya ke pariwisata, perikanan, pertanian, pertambangan, freeport. Itu bentuk potensi," katanya di Jakarta, Rabu (5/8).

Pulau Jawa sendiri hanya tumbuh 5,07%, sedangkan Sumatra dan Kalimantan masing-masing hanya sebesar 2,85% dan 1,49%. Menurut Suryamin, hal tersebut merupakan imbas dari rendahnya harga ekspor komoditas dan lesunya pertambangan.

Sayangnya, ketiga wilayah Indonesia timur dengan pertumbuhan terpesat tersebut hanya berkontribusi sedikit bagi PDB. Maluku dan Papua, sebut saja, hanya menyumbang 2,21%, diikuti Bali dan Nusa tenggara dengan 3,01% dan Sulawesi sebesar 5,89%.

"Karena papua artinya sharenya tidak terlalu besar, jadi ketika sedikit saja ditingkatkan, ini cepet efeknya," tambah Suryamin.

Meski masih dini, hal ini menunjukkan pergeseran pertumbuhan ke arah timur. Menurut Suryamin, untuk menggeliatkan perekonomian, Indonesia Timur masih perlu distimulasi secara komperhensif.

"Kalau bergeser ini diliat secara keseluruhan kan porsinya dalam pembentukan PDB secara keseluruhan kecil. Jadi harus dibentuk dari berbagai sisi," tukasnya.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya