Indonesia tengah menghadapi situasi perekonomian yang kompleks. Pemerintah maupun Bank Indonesia selaku bank sentral berkomitmen memperketat koordinasi dalam mengupakan sejumlah strategi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo mengatakan dari pertemuan antar kementerian atau lembaga teknis di Roundtable Policy yang rutin diadakan dua bulan sekali, pemerintah optimistis menghadapi tantangan ekonomi.
Meski data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kinerja ekspor cenderung menurun seiring dengan harga komoditas di pasar global, namun sektor pariwisata dan kelautan memiliki peluang cerah di ranah investasi.
“Misal pariwisata dengan target menghadirkan 10 juta wisata mancanegara di tahun ini saja, itu bisa memberikan pemasukan negara yang cukup besar. Melihat sektor pariwisata yang semakin diminati, tentu ini bisa menarik gerak investasi dari luar ke dalam negeri,†urai Indroyono dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Selasa (4/8).
Namun, sambung dia, pemerintah perlu mewaspadai dengan segala birokrasi yang dijalankan.
“Jangan sampai birokrasi menghambat. Harus ada restrukturisasi untuk mempercepat kegiatan pembangunan,†imbuhnya.
Di lain pihak, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengemukakan terhadap reformasi struktural yang dijalankan, tentu akan berdampak pada situasi yang tidak menyenangkan bagi banyak pihak di awal. Namun untuk jangka panjang, pembenahan birokrasi akan memperkuat iklim perekonomian.
“Misalnya di sektor energi, kita sudah mengalihkan anggaran subsidi BBM untuk alokasi pembangunan infrastruktur. Di awal kalau ada pergejolakan wajar saja, tapi ke depan kondisi ekonomi kita akat kuat. Pun pembangunan ketenagalistrikan 35 ribu megawatt yang membutuhkan waktu dan proses yang panjang, tapi dampaknya besar sekali untuk menarik investasi,†papar Sudirman.
Terkait dengan harga bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini lebih rendah dari harga keekonomian, dia mengatakan pemerintah akan terus mengamati sejauh mana kemampuan masyarakat serta pelaku usaha.
Adapun Menteri PPN/Kepala Bappenas Adrinof Chaniago menekankan fenomena penurunan harga komoditas yang ditengarai ikut menjadi penyebab lesunya perekonomian dan kinerja ekspor, jangan hanya sekedar dikeluhkan.Baik pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat harus berkomitmen penuh dalam mempercepat kegiatan hilirisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.(Q-1)