Pemerintah memberikan rasa optimismenya dalam upayanya menghadapi fenomena elnino yang sedang berlangsung saat ini. Beberapa upaya jangka pendek sudah dilakukan sebab persiapan tahun ini sudah dilakukan sejak jauh hari sebelum fenomena el ninonya terjadi.
"Iya kita optimistis untuk menghadapi elnino di tahun ini. Sejauh ini cadangan beras kita aman bahkan sampai bulan Oktober, November beras itu aman dan masih ada panen," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil saat ditemui usai rapat koordinasi terbatas terkait persiapan antisipasi elnino di kantornya di Jakarta, Jumat (31/7).
Dia menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Pertanian sedang memetakan hingga per lokasi di daerah berdasarkan waktu kekeringannya hingga kategori baik yang sudah panen, sedang berbuah, maupun yang baru tanam. Saat ini untuk membantu para petani Kementerian Pertanian sudah menyalurkan pompa air hingga mempersiapkan bibit tanam begitu elnino usai.
Terkait penyaluran pompa air, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyalurkan 18 ribu pompa air kepada petani yang terkena dampak elnino dari total anggaran yang disiapkan. Selain itu pihaknya juga masih terus mengerjakan embung atau tempat penampung air yang menelan investasi lebih dari Rp2 triliun untuk mengairi lahan kering.
"Asumsi ARAM I semulakan 75,5 juta ton yang merupakan angka produksi yang cukup tinggi dan kenaikannya hingga 6% dari 2014. Gak usah masukkan faktor el nino, kenyataannya yang kena kekeringan per Juli itu 111 ribu ha dari target 14 juta ha tanam, sehingga persentasenya relatif masih kecil. Produksinya masih tetap pada kisaran produksi 75 juta ton yakni 75,2 juta ton," terang Hari.
Dia berkaca dari pengalaman elnino yang terburuk pada 1997 seluas 230 ribu ha dengan puso 28 ribu ha. Sedangkan untuk tahun ini masih 111 ribu ha per Juli dengan puso saat ini 8000 ha dengan kemungkinan terburuk puso 10%. Kementan optimis dapat menyelamatkan 90% sisanya agar tidak puso.
Optimisme tersebut disepakati oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago yang mengatakan bahwa belum perlu ada opsi impor sebab produksi beras masih cukup. Menurutnya pemerintah hanya perlu memperhatikan distribusi penyalurannya saja. inflasi 4,5%
Dalam kesempatan yang sama Pelaksana Tugas Badan Kebijakan Fiskal (Plt BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara mengungkapkan meski belum melakukan perhitungan dampak infasli dari fenomena el nino namun dirinya tetap menargetkan inflasi di kisaran 4,5% hingga akhir tahun.
Dari segi kesiapan fiskal dirinya menggungkapkan adanya cadangan beras pemerintah sebesar Rp 1,5 triliun yang siap digelontorkan. Selain itu dana cadangan pangan senilai Rp 2 triliun juga sudah di siapkan guna menghadapi situasi kritis.
"Kalau cadangan beras pemerintah anggarannya sudah mulai mau dijalanin Bulog. Kalao cadangannya kering gak kering mesti ada stoknya, jadi harus menyetok. Jika ada cadangan pangan, maka bisa dikeluarkan ketika ada puso," terang Suahasil.(Q-1)