PT Garuda Indonesia memesan 100 mesin (engine) LEAP-1B senilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp16,15 triliun untuk 50 unit pesawat B737 MAX 8. Pembelian mesin pesawat itu merupakan penggantian (natural replacement) pesawat B737-800NG menjadi pesawat B737 MAX 8.
"Mulai masuk (mesin) tahun 2018 hingga 2025 tuntasnya," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (persero) M Arif Wibowo di Jakarta, hari ini.
Ia mengatakan Garuda Indonesia bekerja sama dengan CFM Internasional dalam penyediaan dukungan mesin pesawat LEAP-1B untuk pesawat B737 MAX 8.
"Teknologi terbaru untuk engine, dan teknologi terbaru untuk pesawat," ungkap Arif.
Sementara pendanaan untuk pemesanan 100 mesin LEAP-1B didominasi operating lease sekitar 80%. Sisanya financiallease.
Pesawat B737 MAX 8 merupakan pengembangan dari B737-800NG, menggabungkan teknologi mesin CFM International LEAP-1B terbaru, sayap Advanced Technology dan peningkatan sejumlah fitur lainnya untuk memberikan efisiensi tertinggi. Serta meningkatkan kehandalan dan kenyamanan penumpang di kelas single-aisle.
Mesin LEAP-1B diklaim sebagai yang tercanggih, terhandal, paling efisien dalam penggunaan bahan bakar untuk generasi terbaru pesawat single-aisle.
Mesin tersebut menggabungkan berbagai inovasi terbaru dalam industri. Dengan bobot yang lebih ringan dan daya tahan yang lebih tinggi, komponen tersebut akan menghasilkan peningkatan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar hingga 15%, penurunan emisi CO2, margin 50% terhadap peraturan emisi baru, tingkat kebisingan yang lebih rendah, dan biaya operasional yang lebih rendah secara keseluruhan. (Q-1)