Ekonomi Lesu, Industri Hotel Ekonomis masih Prospektif

Dero Iqbal Mahendra
28/7/2015 00:00
  Ekonomi Lesu, Industri Hotel Ekonomis masih Prospektif
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
INDUSTRI perhotelan Indonesia terus mengalami berbagai kendala, mulai dari instruksi pelarangan kegiatan rapat – rapat pemerintah yang menggunakan hotel bagi pegawai negeri sipil hingga mengalami perlambatan ekonomi. Namun ditengah hal tersebut Industri Hotel ekonomis Red Planet masih mampu menggeliat bahkan tumbuh cukup signifikan.

Direktur Utama Red Planet Indonesia Suwito saat ditemui di Jakarta, Selasa (28/7), mengungkapkan keyakinannya akan prospek dari Industri Hotel Ekonomis ke depan.

Dia optimistis meski dengan perlambatan ekonomi saat ini dan juga instruksi pemerintah terkait pelarangan pelaksanaan kegiatan pemerintah di hotel, sektor industri hotel ekonomis tetap akan melaju.

"Dari data riset perusahaan menunjukkan bahwa tingkat occupancy di Indonesia terutama di Jakarta turun sekitar 15%. Tetapi itu lebih di hotel bintak 4 dan sebagian hotel bintang 5 sebagai dampak kebijakan pemerintah. Sedangkan untuk hotel ekonomis justru naik, terutama di Red Planet karena kita tidak ada meeting room. Kita naik untuk occupancy dan juga rate," jelas Suwito.

Suwito mengungkapkan dalam kinerja perusahaan pada 6 bulan pertama terdapat peningkatan occupancy sebanyak 22% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski begitu dia meyakini bahwa setiap segmen hotel memiliki pangsa sendiri.

Dikatakan, meski jumlah hotel ekonomis cukup banyak tetapi masih terbuka peluang yang sangat luas untuk ke depan.

“Tiap segmen memang memiliki pangsa pasar sendiri, untuk sektor hotel ekonomis, bila dianalogikan piramad itu kita ada paling bawah dan hotel bintang 6 yang paling atas, “ terang Suwito.

Dia mencontohkan di wilayah Sunter di Pasar Baru, Jakarta, meski sudah terdapat 5 hotel ekonomis namun jumlah kamarnya hanya 500 kamar atau setara dengan 1 hotel bintang 5. Selain itu, kebutuhan akan hotel ekonomis masih jauh lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan hotel bintang 5. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya