INDUSTRI sign bisa jadi pilihan alternatif para pengusaha yang ingin memperoleh keuntungan cepat. Sebab, keuntungan yang diperoleh dapat mencapai tiga kali lipat daripada modal awal. ''Dengan investasi awal sekitar Rp2,2 miliar, modal sudah kembali pada tahun kedua, belum lagi banyak kemudahan yang diberikan,'' kata Steven Kusnadi, Direktur PT Priyamitra Satwika, master franchise Signarama Indonesia, perusahaan bidang industri sign, di Jakarta, Selasa (14/7). Steven mengatakan modal Rp2,2 miliar tersebut sudah termasuk kemudahan yang terdiri dari Training and Assistance, On going support, serta Marketing Support, dengan Term of franchisee agreement selama 20 tahun. ''Dari pengalaman kami, dan juga teman-teman di Singapura, Australia dan negara lain, rata-rata omzet bisa mencapai Rp6 miliar per tahun. Namun mitra usaha tetap dikenakan biaya royalti sebesar 6% dari total omzet per bulan,'' jelas Steven. Selain keuntungan yang besar, lanjut Steven, bisnis sign saat ini dan di masa mendatang sangat menjanjikan karena ada tuntutan dunia usaha untuk menampilkan prestise perusahaannya dengan memilih produk sign berkualitas. Apalagi dunia usaha berkembang setiap saat seiring dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015 ini yang ditandai makin bergairahnya sisi bisnis di negara-negara anggota ASEAN. Itu artinya, ada persaingan yang ketat dengan perusahaan asing untuk memperoleh citra yang terbaik di mata konsumen. Salah satu bentuknya adalah bagaimana memanfaatkan sign untuk memberikan tampilan yang terbaik dalam berkomunikasi dengan masyarakat. ''Semua usaha butuh sign apakah itu merek toko dari berbagai bentuk, dan baik buruknya kualitas sign sebuah dunia usaha mencerminkan baik buruknya kinerja usaha dan produk yang dijual. Karena itulah bisnis sign sangat menjanjikan,'' terang dia. (H-2)