Rini Abaikan Rekam Jejak Dirut BUMN

Muhamad Fauzi
14/7/2015 00:00
Rini Abaikan Rekam Jejak Dirut BUMN
(MI/PANCA SYURKANI)
PENEMPATAN tiga direktur utama (dirut) di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni di Perum Bulog, PT Pertamina  Persero dan PT PLN dinilai mengabaikan rekam jejak. Sebab ketiga dirut tersebut memiliki kinerja buruk ditempat lamanya.

Demikian penilaian Junisab Akbar Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) kepada wartawan, Senin (13/7/2015).  
Menurut Junisab, Menteri BUMN Rini Soemarmo tidak berhati-hati saat menunjuk ketiga dirut tersebut. Penunjukan tersebut dikawatirkan bakal meminggirkan peran ketiga BUMN strategis tersebut dalam kancah global.  

Seperti dalam menunjuk Dwi Soetjipto sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Persero. Dwi Soetjipto yang sebelumnya adalah Dirut PT Semen Gresik diduga kuat memiliki 'jejak hitam' dalam proyek yang dibangun oleh PT. Semen Tonasa yang sebagian besar sahamya adalah mililk PT. Semen Gresik. Saat itu PT Semen Tonasa membangun pabrik baru yang disebut dengan proyek Tonasa V. Kebetulan, diwaktu yang bersamaan, PT. Semen Gresik juga membangun pabrik baru yang juga disebut dengan proyek Tuban V.

Pada awalnya, lanjut Junisab, pengadaan barang untuk proyek Tonasa V dilakukan oleh PT Semen Tonasa. Tetapi kemudian Dwi Sucipto diduga meminta agar pengadaan barang proyek tersebut dipusatkan ke PT Semen Gresik.

Pemusatan itu terasa janggal karena sebenarnya PT Semen Tonasa sanggup untuk melakukan sendiri tender proyek itu. Tetapi karena  kemauan Dwi maka proses pengadaan barang untuk Main Equipment dilakukan secara terpusat di PT Semen Gresik.

"Akhirnya pada penetapan pemenang tender pengadaan barang tersebut, proyek yang dianggarkan dalam bentuk mata uang euro itu menghasilkan pemenang yang patut diduga dimenangkan dengan jalan melawan hukum adalah sebagai berikut: paket 1 senilai 13.277.205 pemenangnya Thyssenkrupp. Lalu pada paket 2A senilai 56.230.730 pemenangnya adalah FLSmidth. Di paket 2B senilai 2.256.600 pemenangnya adalah Loesche. Dan terakhir di paket 3 senilai 22.532.891 pemenangnya adalah Claudius Peter," paparnya.

Penempatkan Sofyan Basir yang adalah Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi Dirut PT Perusahaan Listik Negara (PLN) Persero, dinilai Junisab juga sarat keganjilan. Begitupun dengan Djarot Kusumayakti sebagai Dirut Perum Bulog.

Penempatan dua orang petinggi Bank BRI itu menurut Junisab, diduga ada tekanan politis. Sebab Djarot diduga terkait dugaan kredit fiktif yang jumlahnya ratusan miliar saat dia menjadi pimpinan Bank BRI di Sumatera Selatan. 

“Ketidak hati-hatian atau kesengajaan ini merupakan bukti Menteri Rini tidak kapabel. Kami harap aparat penegak hokum mengusutnya lebih jauh dugaan keterlibatan tiga dirut tersebut dalam kasus  yang kami sebut di atas,” harap Junisab. (Faw)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya