MUDIK saat lebaran sudah menjadi ritual budaya bagi masyarakat muslim di Indonesia. Beragam moda transportasi, mulai dari kereta, kapal, bus, pesawat penuh sesak dipenuhi para pemudik.
Biasanya, pemudik bersama keluarganya juga kerap menggunakan mobil pribadi, atau menyewa ke rental. Namun, euforia lebaran kali ini tidak begitu dirasakan penjual jasa rental mobil.
Tio, 45, pemilik rental mobil di Kebon Jeruk, Jakarta Barat menuturkan kegelisahannya. Bisnis rental mobil yang digelutinya sejak 10 tahun yang lalu kini lesu persis di momentum permintaan tertinggi.
"Lebaran tahun lalu hari-hari gini udah bisa ngeluarin 20-an mobil. Sekarang baru 5 unit yang disewa," keluh Tio yang sudah menyiapkan 28 mobil keluarga (9/7).
Kelesuan ini, lanjut Tio mengakibatkan omsetnya turun signifikan.
"Benar-benar sepi. Yah, omset turun puluhan juta," tambahnya.
Dia menilai, penurunan bisnis sewa mobil disebabkan sejumlah dealer dan leasing mobil baru bermunculan yang menawarkan uang muka dengan harga yang rendah dan memunculkan rental mobil musiman.
"Belum lagi sekarang ekonomi lagi lesu. Mungkin orang lebih milih tidak mudik lebaran ini. Biaya mudik kan mahal," tuturnya.
Hal senada dialami Roni, 48. Pengusaha rental mobil di Kebon Jeruk ini mengalami penurunan omset, meski saat ini sudah mengantongi 24 mobil yang sudah disewa.
Adapun dia sudah mematok tarif sewa, antara lain Xenia dan Avanza dibawah 2012 seharga Rp 350 ribu, dan Kijang Innova Rp 500 ribu per hari.
Tarif paket per minggu, lanjut Roni, antara lain Xenia dan Avanza seharga Rp 2 juta per minggu, All New Xenia dan Avanza yang biasa mencapai Rp 2,3 juta per minggu, dan Innova mencapai Rp 3,4 juta per minggu.
"Itu lepas kunci. Kalau pakai supir dikenakan tambahan biaya Rp 100 ribu per hari," tukasnya. (Q-1)