Produksi Minyak Pertamina EP Capai 97 Persen

Jajang Sumantri
08/7/2015 00:00
 Produksi Minyak Pertamina EP Capai 97 Persen
(--(ANTARA/NOVI ABDI))
Di tengah harga minyak dunia yang fluktuatif, PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) berupaya menjaga kinerja dengan memaksimalkan produksi dan melakukan efisiensi operasional. Hingga Mei 2015, produksi minyak mentah anak usaha PT Pertamina (Persero) itu mencapai 106.818 barel per hari (bph) atau 97% dari target 109.708 bph.

"Kami berupaya mempertahankan tingkat produksi dan meningkatkan cadangan meskipun kondisi harga minyak saat ini di bawah US$60 AS per barel," kata Manager Hubungan Masyarakat Pertamina EP, Muhammad Baron saat acara buka puasa dengan wartawan di Jakarta, Selasa (7/7).

Untuk produksi gas, perseroan menghasilkan 1.035 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 99% dari rencana kerja dan anggaran perusahaan pada 2015 sebesar 1.045 MMSCFD.

"Pencapaian ini melalui kerja keras karena kita menahan laju tingkat penurunan yang tinggi, namun dengan kegiatan pengeboran yang sedikit," katanya.

Penurunan itu, lanjutnya, sebagai bagian dari efisiensi akibat posisi harga minyak dunia yang tidak bagus sementara biaya produksi tidak serta merta ikut turun.

"Akibatnya rencana pengeboran sumur eksploitasi dikurangi dari 126 menjadi 37 sumur. Sampai Mei 2015 sudah tercapai 26 sumur," jelasnya.

Meski begitu menurut Baron, pihaknya tetap gencar melakukan kegiatan eksplorasi untuk mememuhi target penemuan cadangan migas baru. Tahun ini perseroan menargetkan pengeboran eksplorasi sebanyak sembilan sumur yang

terdiri dari lima sumur wildcat dan empat sumur deliniasi.

"Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat mencapai target penemuan cadangan hingga 22 juta barel minyak mentah dan gas bumi sebesar 390 miliar standar kaki kubik (BSCF)," katanya.

Perusahaan sektor hulu migas ini juga mencanangkan kegiatan survei seismic sepanjang 1.167 km yang terdiri dari survei Garcinia dan Seremban (Area Sumatera Utara), survei Karbela dan Selingsing (Sumatera Selatan), survei Akasia Besar (Jawa Barat), survei Lumajang (Jawa Timur). Selain itu, survei Tanjung dan Bunyu (Area Kalimantan) serta Kupalanda (Papua)).

"Melihat kondisi ini, kami menerapkan efisiensi menyeluruh di sehgala bidang dan hingga April 2015 kami bisa melakukan penghematan US$43,3 juta (Rp 562 miliar)dan hingga Mei kami bisa menghasilkan laba US$324 juta (Rp4,2 triliun) atau 39% dari prognosa di kisaran US$763 juta (Rp9,9 triliun)," tandasnya.

Untuk tahun ini, Pertamina EP menganggarkan biaya operasi sebesar US$1,566 miliar dengan realisasi hingga Mei 2015 mencapai 34% atau US$533 juta. Sementara biaya investasi untuk periode yang sama telah mencapai US$315 juta (37%) dari anggaran total 2015 sebesar US$908 juta.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya