Menhub Resmikan Posko Angkutan Lebaran

Irwan Saputra
02/7/2015 00:00
 Menhub Resmikan Posko Angkutan Lebaran
( Menteri Perhubungan Ignasius Jonan--MI/Suasanto)
MENTERI Perhubungan, Ignasius Jonan meresmikan pos koordinasi (posko) Angkutan Lebaran 2015, Kamis (2/7), di pelataran Kementerian Perhubungan, Jakarta. Pendirian posko tersebut untuk peningkatan pengawasan aspek keamanan dan keselamatan bagi para pemudik.

Dalam pemantauan dan pengendalian lalu lintas lebaran kali ini, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Kepolisian RI, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, BMKG, Badan SAR Nasional, KNKT, Kementerian Kominfo, Perum DAMRI, PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelni, PT Pelindo II, PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT KAI, PT Jasa Marga, PT Jasa Raharja, RAPI, Orari, Seskom Mitra Polisi, Gaikindo/AISI, dan media massa. Kerja sama ini dimaksudkan agar lebih memaksimalkan kinerja pengamanan mudik lebaran dari berbagai sisi.

Jumlah pemudik pada momen lebaran kali ini diperkirakan akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Peningkatan diperkirakan sebanyak 20 juta orang (1,96%) untuk pengguna angkutan umum, 1,6 juta unit mobil pribadi (5,8%) dan 2 juta unit sepeda motor (7,77%).

“Karena penumpang angkutan umum diperkirakan naik, jadi kita telah mempersiapkan transportasi umum di semua moda,” ujar Jonan.

Kemenhub telah menyiapkan 44.871 bus dan 187 kapal ro-ro untuk subsektor transportasi darat. Pada subsektor perkeretaapian akan dioperasikan sebanyak 340 rangkaian kereta.

Di subsektor perhubungan laut, akan dioperasikan 86 kapal perintis dan 74 kapal swasta. Sedangkan di subsektor perhubungan udara akan dioperasikan sebanyak 450 pesawat dengan kapasitas hampir 300 ribu penumpang per hari.

Untuk pengurangan tingkat kecelakaan, seperti tahun sebelumnya, kata Jonan, pihaknya akan lebih memfokuskan pada pengendara sepeda motor. Menurutnya, selama ini korban kecelakaan cenderung lebih banyak dari pengendara motor.
“Kita mengingatkan masyarakat agar tidak mudik dengan motor lagi. Untuk itu kita siapkan layanan mudik gratis untuk pengendara motor seperti tahun sebelumnya,” katanya.

Untuk layanan mudik gratis bagi pengendara motor, disediakan angkutan khusus untuk membawa sepeda motor para pemudik. Sebanyak 3100 sepeda motor akan diangkut menggunakan truk, 9000 sepeda motor akan diangkut menggunakan kereta api, dan 10000 sepeda motor akan diangkut menggunakan kapal laut. Kemenhub menganggarkan dana sebesar Rp36 miliar untuk program mudik gratis ini.

Adapun dari hasil evaluasi tahun lalu, Kemenhub menerapkan beberapa kebijakan baru untuk lebaran tahun ini. Pertama, masa operasi Angkutan Lebaran tahun ini diperpanjang hingga 26 hari, yakni 15 hari sebelum lebaran sampai sembilan hari setelahnya.

Kedua, semua petugas tidak hanya memantau dari posko saja, tetapi juga harus turun ke lapangan untuk memantau dan mengawasi secara langsung. Dan yang terakhir, masa pelarangan angkutan berat untuk melintas juga diperpanjang, mulai dari lima hari sebelum lebaran, hingga tiga hari setelahnya.

Mengatasi delay


Direktur Jendral Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Mohammad Alwi memiliki beberapa cara untuk mengatasi permasalahan peningkatan jumlah penumpang angkutan udara.

Pertama, Alwi merencanakan akan mengganti pesawat yang digunakan dengan pesawat yang berukuran lebih besar.

“Contohnya pesawat jenis 737-800 new generation yang cuma bisa diisi sekitar 180 (penumpang). Tapi kalau slot time-nya terbatas, saya minta diganti pesawat yang berbadan lebar, sekali angkut bisa 360 (penumpang),” ujar Alwi.

Pilihan kedua, kata Alwi, bandar udara akan dioperasikan selama 24 jam.

“Saya minta bandara dioperasikan 24 jam, karena dalam penerbangan, untuk satu jam bisa 3-4 penerbangan. Jadi ini bisa efektif,” katanya.

Namun, Alwi akan lebih memilih pilihan pertama, mengingat jika pengoprasian bandara selama 24 jam, akan menjumpai kesulitan pada pengadaan SDM dan penambahan dana.

“Kalau disuruh pilih, saya pilih yang pertama. Jika 24 jam, diperkirakan butuh penambahan biaya sekitar satu miliar. Selain itu, kita juga memikirkan ketersediaan SDM kita,” tukasnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya