Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menampung minat investasi dari 3 perusahaan Taiwan yang berencana menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka untuk pasar ASEAN. Kepala BKPM Franky Sibarani mengungkapkan ketiga perusahaan tersebut bergerak di sektor consumer goods dan industri komponen kapal.
Ketiga perusahaan tersebut merupakan bagian dari minat investasi dari 16 perusahaan asal Taiwan yang bernilai total US$ 400 juta. Hal tersebut disampaikan Franky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (2/7).
"Dalam pertemuan tersebut terungkap keinginan ketiga perusahaan tersebut untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi ke Asia dan Timur Tengah. Perusahaan tersebut juga telah mampu membuat produk yang bersertifikat halal," terang Franky.
Dalam pertemuan tersebut Franky juga memaparkan akan rencana tol laut Indonesia serta potensi dari industri perkapalan untuk sektor maritim Indonesia. Menurut Franky kedua perusahaan tersebut berkomitmen untuk mendukung produksi berbagai jenis kapal berkualitas tinggi serta mendorong alih teknologi kepada tenaga kerja Indonesia.
Untuk itu sebagai tindak lanjutnya Franky akan mendorong investasi tersebut agar segera merealisasikan rencana investasinya di Indonesia. Franky telah meminta tim pemasaran investasi BKPM serta kantor dagang dan ekonomi Indonesia di Taipei untuk memfasilitasi investasi tersebut. Fasilitasi tersebut termasuk pertemuan dengan kementerian teknis terkait sektor industrinya serta peninjauan lokasi potensial. (Dro)