Produksi Beras Tahun Ini Diperkirakan Naik 6,64 persen

Nuriman Jayabuana
01/7/2015 00:00
 Produksi Beras Tahun Ini Diperkirakan Naik 6,64 persen
(MI/Panca Syurkani)
Badan Pusat Statistik memperkirakan adanya peningkatan produksi beras sepanjang tahun 2015. Berdasar penghitungan angka ramalan Badan Pusat Statistik, peningkatan produksi beras diperkirakan mencapai 4,7 ton atau naik sebesar 6,64 persen dari tahun 2014.

“Terjadi kenaikan produksi beras pada 2015 menjadi 75,55 juta ton. Naik 4.7 juta ton dari 2014 atau meningkat 6,64 persen,” kata Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (1/7).

Suryamin beralasan hal itu dapat terjadi lantaran adanya kenaikan luas panen sepanjang 2015. “Diperkirakan naik 512,06 ribu hektar atau meningkat 3,71 persen,” kata dia. Sehingga hal tersebut memicu peningkatan produksi. “Produktivitas sepanjang 2015 diperkirakan naik 1,45 kuintal per hektar,” kata dia.

Peningkatan produksi komoditas beras, kata Suryamin, akan meningkat karena upaya khusus pemerintah dalam meningkatkan produk pertanian. “Terutama beras,” kata dia.

Upaya pemerintah tersebut di antaranya dengan penyaluran bantuan pompa dan traktor pada tahun ini, distribusi pupuk gratis kepada petani, serta optimalisasi pengawalan masa tanam. “Sehingga terjadi peningkatan pada 2015 pada angka ramalan, yakni 75,55 juta ton gabah kering giiling,” kata Suryamin.

Adapun realisasi produksi beras sepanjang 2014 hanya mencapai 70,85 juta ton gabah kering giling (GKG). Jumlah produksi beras tersebut menurun 0,61 persen (setara 0,43 juta ton) dibandingkan produksi sepanjang 2013.

Komposisi kenaikan produksi beras sepanjang 2015 diperkirakan terjadi di Pulau Jawa sebanyak 1,83 juta ton dan di luar Pulau Jawa sebanyak 2,88 juta ton.

Kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena kenaikan luas panen seluas 0,51 juta hektar (3,71 persen) dan kenaikan produktifitas sebesar 1,45 kuintal/hektar (2,82 persen).

Selain beras, komoditas lain yaitu jagung dan kedelai juga diperkirakan akan mengalami peningkatan porduktifitas pada tahun ini.

Untuk tahun ini, produksi jagung diperkirakan meningkat 20,67 juta ton. Angka itu meningkat 1,66 juta ton (8,72 persen) dibandingkan produksi sepanjang yang hanya sebanyak 19,01 juta ton. Suryamin mengatakan hal itu juga disebabkan oleh kenaikan luas panen seluas 160,48 ribu hektar (4,18 persen). ”Dan kenaikan produktifitas jagung sebesar 2,16 kuintal per hektar (4,36 persen),” kata dia.

Sedangkan untuk produksi kedelai tahun ini diperkirakan sebanyak 998,87 ribu ton. “Atau meningkat sebanyak 43,87 ribu ton (4,59 persen) dibandingkan tahun 2014,” kata Suryamin.

Pasokan kedelai sepanjang 2014 mencapai 955,00 ribu ton. Suryamin mengatakan peningkatan produksi kedelai juga disebabkan kenaikan luas panen seluas 24,67 ribu hektar (4,01 persen). “Sehinghga peningkatan produktivitas sebesar 0,09 kuintal per hektar (0,58 persen),” kata dia.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya