Ditjen Pajak Yakin Penyaderaan Bikin Kapok Penunggak Pajak

Renatha Swasthy
30/6/2015 00:00
 Ditjen Pajak Yakin Penyaderaan Bikin Kapok Penunggak Pajak
()
Hingga saat ini sudah 14 wajib pajak yang disandera lantaran tunggakan wajib pajaknya tak dibayar. Enam lainnya masih disandera lantaran tak kunjung melunasi tunggakan pajak.

Direktur P2Humas Ditjen Pajak Mekar Satria Utama menyebut penyanderaan efektif membuat wajib pajak membayar tunggakan. Terbukti, adanya peningkatan pencapaian penagihan pajak.

"Ini cukup efektif dan dari data statistik yang kita miliki ada peningkatan 30 persen kalau kita bandingkan dengan penagihan pencapaian di tahun lalu," kata Mekar di LP Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).

Mekar mengungkapkan penyanderaan yang dilakukan pada penunggak pajak sebetulnya cara terakhir. Bila dilakukan penagihan terus menerus dan tidak ada itikad baik untuk melunasi maka akan dilakukan sandera.

Tapi, lanjut Mekar, beberapa dari penunggak lebih dulu melunasi sebelum disandera. "Sudah disampaikan Pak Direktur dari 14 orang tinggal 6 orang. Jadi beberapa yang bahkan sebelum masuk ke dalam LP atau rutan sudah melaksanakan pembayaran," pungkas dia.

Penyanderaan ini, lanjut Mekar, tak semata membuat wajib pajak membayar tunggakan, tapi juga keadilan buat masyarakat. Di mana banyak penunggak pajak yang sebetulnya mampu tetapi tidak melakukan pembayaran.

"Sehingga kurang adil rasanya wajib pajak yang mempunyai kemampuan pajak untuk membayar pajaknya tetapi tidak kita upayakan semaksimal mungkin," imbuh Mekar.

Hingga saat ini, Direktur Bina Narapidana dan Tahanan Ditjen Pemasyarakatan Imam Suyudi menyebut masih ada enam penunggak pajak yang disandera di seluruh Indonesia. Yakni, tiga orang di LP Salemba, dua orang di LP Kelas I Malang, satu orang di LP Tanjung Pinang.

Sebelumnya, bos PT TTM, TJ, disandera di LP Salemba. Ia disandera lantaran menunggak bayar pajak sejumlah Rp1,2 miliar. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya