Kementerian Perhubungan mencatat penyerapan anggaran dari belanja modal kementerian baru mencapai 8% dari Rp57,8 triliun atau sekitar Rp4,6 triliun.
Penyerapan belanja modal itu merupakan realisasi hingga awal Juni ini. Hingga akhir Juni atau selama Semester I tahun ini, diperkirakan penyerapan anggaran belanja modal Kemenhub mencapai 10%.
Hal itu disampaikan oleh Staf Khusus Kementerian Perhubungan Hadi saat dihubungi Media Indonesia. Hadi menyatakan sudah ada beberapa proyek yang saat ini sedang berjalan. Proyek-proyek itu di antaranya, proses pengadaan kapal, pengembangan fasilitas di 240 pelabuhan, pengadaan alat navigasi pelabuhan, perpanjangan runway di bandara, pengembangan fasilitas keamanan bandara dan sarana pendukung terminal di bandara. Lalu, Kemenhub juga sedang melalukan proses pengadaan 9 kapal perintis barang yang nantinya akan digunakan untuk melayani Indonesia Timur.
"Prosesnya banyak yang sudah mendekati kontrak. Ada yang sudah selesai lelang, ada yang masih proses," ujar Hadi, Jumat (26/6).
Angka penyerapan itu, kata Hadi, sama dengan angka realisasi pada tahun lalu. Ia menuturkan ada beberapa kendala dalam penyerapan anggaran belanja modal itu. Salah satu di antaranya ialah beberapa proyek penyerapannya setelah barang itu jadi.
"Misalnya, pengadaan 1.000 bus untuk 33 provinsi selain Jakarta. Dana untuk itu baru cair setelah bus jadi," cetus Hadi.
Di samping itu, ada pula kontraktor yang menginginkan cairnya anggaran proyek setelah proyek selesai. "Mereka kebanyakan tidak mau repot," tandasnya.
Namun, ia optimistis pada Juli dan Agustus nanti realitasi penyerapan anggaran belanja modal Kemenhub akan mencapai 20%. Target itu dipenuhi dari adanya biaya perawatan kereta api atau infrastructure maintenance operation (IMO) yang dikatakan Hadi akan memakan biaya yang cukup signifikan.
"Kereta api yang merawat nanti PT KAI. Tapi pemerintah nanti mengganti biaya perawatannya," ucapnya.
Atas perintah Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Hadi mengatakan realisasi penyerapan anggaran belanja modal Kemenhub akan mencapai 85%. Angka itu sama dengan tahun lalu.
"Tapi anggaran belanja modal tahun lalu hanya sekitar Rp40 triliun. Secara nilai, lebih besar tahun ini," imbuhnya. (Q-1)