Setelah Lebaran, masyarakat sudah bisa menikmati satu lagi jenis bahan bakar minyak (BBM), yakni pertalite. PT Pertamina menyatakan kesiapannya untuk meluncurkan BBM berkadar oktan RON 90 itu.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan seluruh izin untuk meluncurkan pertalite sudah diberikan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, termasuk izin niaga atau pemasaran.
Untuk peluncuran pertamanya, kata dia, akan dilakukan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Peluncuran pertalite itu tidak hanya akan dilakukan oleh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina, melainkan juga oleh SPBU swasta.
"Nanti dirilis setelah Lebaran. Tapi ga sehari setelah Lebaran. Mana ada yang beli, Jakarta kan kosong," kata Bambang saat ditemui di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (24/6).
Di samping itu, Pertamina juga sudah menyiapkan jumlah volume untuk peluncuran perdana, yakni sekitar 1.000 kiloliter (KL) per hari. "Volumenya nanti perlahan-lahan pasti akan naik, tapi bukan otomatis volune premium diturunkan. Yang ada otomatis konsumsi premium turun," tutur Bambang.
Harganya, lanjut Bambang, akan dipatok di bawah Rp8.500 per liter. Ia berharap dengan dijualnya pertalite, pendapatan perseroan di penjualan BBM tidak akan mengalami kerugian terlalu besar. Pertamina, kata dia, mengalami kerugian dari penjualan premium yang harganya tetap diatur pemeintah, padahal sudah seharusnya naik lantaran harga rata-rata Mean of Platts Singapore (MOPS) cenderung mengalami kenaikan.
"Yang penting kalau pun rugi (dalam penjualan pertalite), ga rugi kayak premium," imbuhnya.(Q-1)