Upaya pemerintah untuk mendongkrak daya beli masyarakat rupaya belum akan berdampak signifikan terhadap penjualan kendaraan bermotor tahun ini. Alhasil, penjualan mobil domestik diperkirakan tidak menyentuh angka penjualan tahun lalu yang mencapai 1,2 juta unit.
"Ya lebih rendah karena kalau tahun lalu penjualan 1,2 juta unit," ujar Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Sudirman M Rusdi di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (22/6).
Sudirman mengungkapkan, penjualan ritel tahun ini diprediksi maksimal hanya mencapai 1,1 juta unit. Ini berkaca dari menurunnya penjualan Januari-Mei 2015 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Untuk penjualan dari pabrik ke distributor turun dari 531 ribu unit menjadi 443 ribu unit. Sementara penjualan distributor ke konsumen turun dari 501 ribu unit menjadi 432 ribu unit.
"Kalau tahun ini kami revisi karena melihat perkembangan sampai Mei, tadi saya katakan penjualan retail sale 13,7% maka kami perkirakan maksimal 1,1 juta unit," ucapnya.
Sudirman menuturkan, penurunan daya beli masyarakat disebabkan menurunnya ekspor sejumlah komoditi. Kondisi tersebut membuat perekonomian sejumlah daerah melambat. Padahal, kredit penjualan mobil mengalami kenaikan dari 70%-75% pada tahun lalu menjadi 80%-83% pada tahun ini.
"Sekarang sudah naik. Jadi yang kredit itu mencapai 80%-83%, itu memperlihatkan perlu kendaraan tapi daya beli menurun," tuturnya.
Serupa, ekspor kendaraan diprediksi stagnan. Sampai Mei, ekspor mobil sekitar 86 ribu unit. Alhasil, tahun ini ekspor diperkirakan hanya sebanyak 202 ribu unit.
Guna mendongkrak penjualan kendaraan, Gaikindo rutin menggelar pameran otomotif. Tahun ini Gaikindo Auto Show akan diikuti 300 peserta dengan 35 merek kendaraan. Luas lahan pameran juga diperluas dengan area indoor mencapai 60 ribu meter persegi. Sudirman berharap, Wakil Presiden Jusuf Kalla bisa membuka acara yang sedianya dimulai 20 Agustus 2015.
"Juga didukung oleh beberapa eksibitor lainnya sebagai penunjang industri. Ada beberapa industri komponen dan lain-lainnya akan ikut serta," katanya.
Sudirman menambahkan, Gaikindo juga melaporkan kepada JK mengenai tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Secara rata-rata kalau kendaraan multipurpose vehicle (MPV) TKDN-nya mencapai 86%.
"Bahkan kendaraan bermotor ramah lingkungan dan hemat energi yang masyarakat sudah ketahui LCGC (low cost green car) itu mencapai 90%," ucapnya. (Q-1)