PT Pelni (Pelayaran Nasional Indonesia) akan membatasi kapasitas pembelian tiket kapal pada arus mudik tahun ini. Direktur Oprasi PT Pelni Daniel E Bangonan mengatakan pembatasan tersebut dilakukan pada semua jurusan.
"Kalau di tahun-tahun sebelumnya kita lihat masyarakat tidak terbiasa membeli tiket lebih dini, mereka merasakan kapan saja tiket Pelni bisa dibeli. Tapi perlu kita informasikan bahwasanya Pelni sudah merencanakan penjualan tiket sejak tanggal 2 Juli dan untuk semua jurusan dan dilakukan pembatasan," ujarnya di sela rapat di atas KM Kelud, Minggu (21/6).
Daniel mengatakan ketika tiket habis, tidak ada bangku lagi. Dan itu akan diinformasikan di setiap loket.
"Sehingga, kami juga tidak menampung desakan-desakan ketika kapal tiba kemudian ada yang memaksa berangkat. Saya pikir sangat tidak pas karena informasi sudah kita berikan di 2 juli," paparnya.
Daniel kembali mengatakan peran PT Pelni bukan hanya melayani daerah komersial semata, tapi juga melayani daerah nonkomersil juga.
"Jadi multiport, jadi mau di mana terjadi penghubung antara daerah komersial dan nonkomersial tapi tidak terputus," jelasnya.
"Dapat kami gambarkan peran PT Pelni yang tidak kalah pentingnya ketika berbicara mengakses dari Jawa port ke daerah Papua bagian utara yaitu di Jayapura, saat ini kita bisa melihat hanya PT Pelni yang mempunyai jadwal tetap. Setiap Senin, Rabu, Jumat ada kapal di Jayapura yang terhubung ke wilayah barat. Nah ini artinya disparitas harga bisa ditekan. Kedua, kepastian jadwal yang memudahkan masyarakat untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya," tandasnya. (Q-1)