Chatib Basri: The Fed Lebih Baik Cepat Sesuaikan Suku Bunga
Fathia Nurul Haq
17/6/2015 00:00
(Spencer Platt/Getty Images/AFP)
MANTAN Menteri Keuangan Chatib Basri berharap Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) segera menetapkan penyesuai suku bunganya. Pasalnya, ia menilai selama suku bunga The Fed masih menimbulkan spekulasi, selama itu pula pasar tetap tidak stabil.
"Baiknya The Fed naikkan saja, kalo dinaikkan orang sudah tidak punya ekspektasi lagi mengenai itu, maka orang akan price in," kata Chatib di Jakarta, Rabu (17/6).
Sebagai perbandingan, Chatib mencontohkan situasi perekonomian yang tidak stabil di tahun 2013.
"Dulu ketika Bernanke (Ben Bernanke, mantan Gubernur Federal Reserve) tahun 2013 akan mengakhiri Quantitative Easing (QE), market tergiring, lalu dia menyatakan QE jadi market price in dan exchange rate nya stabil," ujarnya.
Ekspektasi pasar akibat isu penyesuaian tingkat suku bunga The Fed memang memicu ketidakstabilan perekonomian. Bukan hanya Indonesia, mata uang negara-negara di Asia juga terdampak dan berimbas lesunya perekonomian.
Meski tampaknya The Fed belum akan menaikkan suku bunganya tahun ini, gejolak pasar tetap membuat depresiasi nilai tukar rupiah jelang rapat FOMC.
Pada penutupan siang ini, Rupiah diperdagangkan di angka Rp 13.358,- per 1 dolar atau melemah 11,15 poin atau 0,08% .
"Saya kira selama belum ada kepastian, market akan terus sampai dia price in. Tentu tidak ada yang tahu selain the Fed (kapan akan dinaikan bunganya), menurut saya rasanya kalo juli tengah tahun mereka belum akan naikkan. Mungkin akhir tahun atau tahun depan. Tapi persepsi market setiap FOMC meeting mereka berpikir bahwa itulah the fed akan melakukan adjustment. ini sudah selalu terjadi sejak September tahun lalu," tutup Chatib. (Q-1)