Nusantara

Siswi Pintar di Sekolah Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri hingga Hamil

Ahad, 15 October 2017 22:04 WIB Penulis: Depi Gunawan

Ilustrasi

SEORANG bapak paruh baya di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tega berbuat cabul kepada anak tirinya yang masih di bawah umur. Ironinya, aksi bejat itu sudah dilakukan sampai puluhan kali selama sekitar tiga tahun.

Tersangka, OT, mulai menyetubuhi Dara--bukan nama sebenarnya--sejak bersekolah di bangku SMP. Sebelumnya, OT sempat melarikan diri saat akan ditangkap, tetapi akhirnya bisa diamankan anggota Satreskrim Polres Cimahi, beberapa hari lalu.

Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Niko N Adi Putra mengatakan OT baru berhasil ditangkap Selasa (10/10) lalu setelah aparat mendapat laporkan tentang keberadaan tersangka dari pihak keluarga korban.

"Tersangka kabur selama empat bulan saat akan ditangkap polisi, tapi akhirnya, kita berhasil mengamankan OT di suatu tempat," kata Niko, di Cimahi, Minggu (15/10).

Kasus ini terungkap setelah korban berterus terang kepada neneknya bahwa ia kerap menjadi korban pelampiasan seksual yang dilakukan OT selama bertahun-tahun hingga hamil. Dara terpaksa melayani nafsu bejat OT karena mendapat ancaman ayah tirinya tersebut.

"Dari perlakuan yang sering diterimanya, si anak ini selalu ketakutan hingga akhirnya ia berani mengungkapkan perbuatan tersebut kepada neneknya. Dari keterangan nenek korban ini, kita lakukan pencarian terhadap tersangka," bebernya.

Menurut penuturan korban maupun tersangka, Niko menyebut, entah berapa kali mereka melakukan persetubuhan. Namun yang jelas, OT telah sering berbuat cabul semenjak korban bersekolah di tingkat menengah hingga sekarang kelas dua SMA.

"Ayahnya ini tidak punya pekerjaan tetap sehingga sering ada di rumah bersama korban, sementara ibunya kerja jadi buruh cuci. Memanfaatkan ibunya yang sedang bekerja, OT ini sering berbuat cabul pada Dara saat rumahnya di Kampung Pamoyanan sedang kosong," lanjutnya.

Dara sendiri merupakan seorang remaja berusia 16 tahun serta merupakan salah satu siswa yang cerdas dan aktif di sekolahnya. Pihak sekolah dan teman-temannya sama sekali tidak mengetahui jika Dara sedang hamil. Karena tergolong anak aktif, jabang bayi di dalam perutnya akhirnya keguguran.

"Korban ini anak yang pintar, juga berprestasi di sekolahnya. Jadi, pihak sekolah enggak ada yang tahu kalau dia itu korban pelecehan ayah tirinya hingga hamil, dalam keadaan keguguran, jabang bayinya bisa keluar dengan sendirinya," ucapnya.

Atas perbuatannya, kini OT telah ditahan di ruang tahanan Polres Cimahi. Ia dikenakan Undang-Undang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) Pasal 80 Ayat 1 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (OL-2)

Komentar