Nusantara

TMMD Memangkas Jarak Tempuh Sentra Produksi Masyarakat

Kamis, 12 October 2017 22:03 WIB Penulis: Golda Eksa

MI Golda Eksa

INFRASTRUKTUR jalan sepanjang 11,5 kilometer di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, yang dibangun oleh TNI telah menjawab pelbagai persoalan yang selama puluhan tahun dirasakan masyarakat. Alasannya, kegiatan bersandi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) itu dapat memudahkan masyarakat untuk meningkatkan aktivitas ekonomi serta akses menuju sentra produksi.

Demikian penegasan Bupati Muaro Jambi Masnah Busyro saat memaparkan program TMMD, di Kantor Bupati Muaro Jambi, Jambi, Kamis (12/10). Ia menilai pembangunan jalan yang membelah hutan karet tersebut juga memberikan dampak positif, yakni menumbuhkan semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat.

"Kegiatan TMMD ini dalam rangka percepatan pembangunan pedesaan guna mengurangi kesenjangan sosial, ekonomi, maupun prasarana fisik antarwilayah yang pada intinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap pembangunan ini dapat terus kita laksanakan," ujarnya.

Komandan Komando Distrik Militer 0415/Batanghari yang bertindak selaku Komandan Satgas TMMD Kabupaten Muaro Jambi Letkol Inf Denny Noviandi, menjelaskan kegiatan yang menelan anggaran Rp1 miliar itu nantinya dapat memudahkan akses warga, khususnya bagi mereka yang berdomisili di Kelurahan Sengeti dan Desa Bukit Baling.

Di sisi lain, sambung dia, pihaknya pun ikut membangun sebuah jembatan kayu dengan panjang 10 meter dan lebar 4 meter di Kelurahan Sengeti, termasuk membuat 6 titik gorong-gorong yang tersebar di Desa Bukit Baling.

"Kita membuka jalan dari awal dengan vegetasi sedang. Total personel gabungan yang diterjunkan sebanyak 150 orang. Seluruhnya terdiri dari prajurit TNI, Polri, instansi pemerintah daerah, dan masyarakat. Saat ini kegiatan fisik telah 58% rampung," ujar dia.

Selain kegiatan fisik, program TMMD pun sudah menggelar kegiatan nonfisik, semisal anjangsana, penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis, penghijauan dan reboisasi lahan, penyuluhan bela negara, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan bencana alam, penyuluhan narkoba, ceramah agama, olahraga bersama, serta penyuluhan flu burung.

Jajaran Kodim 0415/Batanghari pun responsif membantu masyarakat untuk merehabilitasi sebuah musala dan membenahi kamtibmas dengan mendirikan 2 pos keamanan lingkungan. Tidak hanya itu, kegiatan perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) bersama Pramuka di lokasi TMMD juga semakin menambah keakraban antara TNI dan masyarakat.

Ia berharap program TMMD yang ditargetkan selama satu bulan sejak 27 September-26 Oktober nantinya dapat dilanjutkan oleh pemda setempat dan pemerintah pusat, yakni membangun jembatan besar sebagai penghubung Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Batanghari.

"Kita sudah membuat jalur baru. Dengan adanya kegiatan ini semoga wacana pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dapat membangun jembatan. Jembatan itu bisa memangkas waktu tempuh selama 1 jam dari 2,5 jam, sehingga warga yang hendak ke kota tidak perlu memutar jauh."

Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi TMMD Kabupaten Muaro Jambi Brigjen Muslimin Akib, menambahkan program TMMD ke-100 TA 2017 bertujuan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan fisik dan nonfisik, serta memantapkan Kemanunggalan Tni-Rakyat dalam rangka menyiapkan ruang juang, alat juang, dan kondisi juang yang tangguh.

"Oleh karena itu demi mempererat hubungan silaturahmi, maka Satgas TMMD wajib tidur dan makan di rumah masyarakat dengan memanfaatkan ULP (uang lauk pauk) yang diberikan komando atas. Kita harus menyadari bahwa TNI dan rakyat yang menjadi sejarah perjuangan Indonesia tidak bisa dipisahkan," katanya.

Muslimin menegaskan, institusi TNI sejauh ini masih menempati posisi pertama sebagai institusi yang paling dipercaya publik. Dengan melihat parameter tersebut diharapkan di masa yang akan datang TNI bersama seluruh komponen bangsa dapat lebih bersinergi untuk membangun bangsa Indonesia secara utuh.

"Program TMMD dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah sasaran dengan menggunakan bottom up planning system. Pelaksanaannya secara komprehensif dan integral karena melibatkan semua unsur terkait," terang dia.

Terpisah, Kepala Desa Bukit Baling Basri, mengapresiasi kegiatan TMMD di wilayahnya. Ia mengaku pembangunan jalan yang selama ini diimpikan masyarakat akhirnya terealisasi. Jalan tersebut pun berpotensi meningkatkan taraf hidup bagi 5.765 warga di sana.

"Masyarakat di Bukit Baling yang mayoritas petani karet dan sawit selalu mengeluh karena untuk menjual hasil panennya sangat jauh. Transportasi kurang lancar karena sulitnya akses. Sekarang kami bisa melintas hanya 15 menit dari sebelumnya 1 jam. Cukup memuaskan," ujar Basri.

Senada disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bukti Baling Pariman. Katanya, masyarakat pada prinsipnya sangat membutuhkan akses jalan. Bahkan, masyarakat pun rela memberikan sebagian tanahnya untuk membangun infrastruktur jalan.

"Intinya kami mendukung dan berharap TNI bisa membangun kembali jalan-jalan lain di wilayah ini. Tentara cukup kreatif dan hasilnya sekarang dapat kami rasakan," timpal Jumari, Ketua RT 11 Desa Bukit Baling. (OL-1)

Komentar