Nusantara

Polisi Menabung 4 Tahun Demi Renovasi Rumah Warga

Kamis, 12 October 2017 21:50 WIB Penulis: Nicky Aulia Widadio

MI Nicky

DENGAN haru sepasang suami istri Samuni, 85, dan Saniar, 67, tidak henti mengucap syukur atas rumah mereka. Puluhan tahun lamanya mereka tinggal di sebuah gubuk di Nagari Indudur, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Solok, Sumatra Barat. Gubuk tua itu kayu-kayunya telah lapuk, dengan atap bocor dan seakan hendak roboh.

Selama puluhan tahun, Samuni dan istrinya tidur beralas lantai. Jika hujan tiba, mereka harus menaruh sejumlah ember untuk menampung rintik air dari atap. Tidak ada kamar tidur, tidak ada dapur.

Mereka bahkan berbagi atap dengan lima ekor bebek, yang kandangnya berada di bawah rumah panggung mereka. Makan dan minum mereka lakukan di atap yang sama dengan hewan ternak mereka. Begitu pula dengan tidur.

Samuni, yang kini tidak bisa melihat juga hidup tanpa peralatan elektronik. Ketika malam tiba, lampu tempel menjadi satu-satunya sumber penerangan.

Sumani dan Saniar menghuni rumah tersebut hanya berdua. Mereka memiliki seorang anak yang kini bekerja di Aceh. Namun, anaknya pun hanya pulang setiap dua tahun.

"(Penghasilan) anak juga cuma cukup untuk hidup sehari-hari, makanya jarang pulang," tuturnya.

Selama ini, Saniar mencari nafkah dengan menjual telur itik hasil ternak mereka. Terkadang ia juga membantu di sawah milik orang lain. Sedangkan Sumani telah terlalu renta untuk bekerja. Selain tidak bisa melihat, Sumani juga tidak lagi bisa berjalan normal tanpa tongkat.

Kondisi itu kemudian menggerakkan hati Bripka Maihendra, seorang bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas) di Polres Solok. Hendra juga berasal dari daerah setempat. Selama empat tahun Hendra menyisihkan sebagian uang dari penghasilan sampingannya beternak itik. Uang yang terkumpul kemudian ia gunakan untuk memperbaiki rumah dari pasangan lanjut usia tersebut.

"Saya dulu juga dari keluarga susah, pernah hampir putus sekolah. Jadi saya bisa merasakan keprihatinan mereka," kata Hendra.

Hendra enggan menyebut jumlah uang yang ia habiskan untuk merenovasi rumah Sumani. Selama 12 hari, gubuk tua Sumani akhirnya disulap menjadi lebih layak. Ia pun sementara menetap di rumah kerabatnya yang tepat berada di sebelah rumah Sumani. Sumani kini memiliki rumah yang berdiri lebih kokoh, dengan atap yang tidak lagi bocor.

"Yang jelas uangnya cukup untuk membeli semen, pasir, kayu, triplek, kasur, dan membayar orang untuk membangunkan rumahnya," ucapnya.

Rumah itu memiliki tiga ruangan dengan luas 4 x 7 meter. Ada sebuah kamar tidur dengan kasur baru, sebuah ruang tamu beralas tikar, serta sebuah dapur dengan rak piring baru. Rumah Sumani bahkan telah dilengkapi dengan aliran listrik sehingga ia tidak lagi perlu bergelapan ketika malam tiba.

"Dulu prihatin, tapi mau bagaimana lagi. Sekarang alhamdulillah sudah dibenahi," kata Saniar. (OL-1)

Komentar