Travelista

Memikat Pelancong Malaysia

Ahad, 13 August 2017 05:01 WIB Penulis: Gana Buana/M-1

MI/GANA BUANA

Indonesia berikhtiar terus memikat turis negeri jiran. Kini ada enam destinasi baru yang gencar dipromosikan, plus Jakarta yang terus berbenah.

SECARA demografi, Kuala Lumpur memang tidak bisa dibandingkan dengan Jakarta meski keduanya merupakan dua ibu kota negara. Dari segi luas daerah keduanya memiliki jumlah populasi penduduk yang beda. Namun, Indonesia hendaknya bisa berkaca pada Kuala Lumpur dari segi kemudahan layanan transportasi. Inilah yang paling membedakan antara ibu kota dua negara yang masih satu rumpun di Asia Tenggara.

Di Kuala Lumpur, sistem integrasi transit antarmoda transportasi memudahkan wisatawan menjelajahi kota dalam waktu singkat. Pergantian antarmoda tak perlu membuat warga pergi jauh berjalan kaki.

Warga maupun pelancong hanya perlu berpindah koridor yang khusus menyediakan transportasi yang bisa mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

Misalnya, warga yang datang dari bagian tenggara hendak menuju tempat wisata yang ada di bagian utara seperti Batu Caves atau ke kawasan bagian Selatan seperti Legoland Malaysia dan Sanrio Hello Kitty Town. Itu semua bisa diakses cepat dengan sistem integrasi transportasi. Bahkan kereta ekspres khusus menuju bandara pun ada sehingga wisatawan yang hendak pulang bisa sampai tempat waktu.

Keliling KL, murah dan cepat

Harga yang ditawarkan pemerintah setempat untuk perjalanan terjauh pun amat terjangkau. Bahkan, pengelola siap didenda dengan mengembalikan biaya perjalanan warga sebagian apabila jadwal perjalanan terhambat.

"Kalau kereta, monorel atau LRT datang terlambat biaya perjalanan kita sudah dipotong otomatis dari kartu Tap and Go (sejenis kartu multytrip/e-Money)," ujar Elvira Hanum kepada Media Indonesia, di stasiun KL Senter.

Perempuan 28 tahun ini rupanya warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di daerah Selangor. Elvira sudah satu tahun belakangan menetap untuk bekerja di negeri orang.

Menurut dia, pada jam-jam sibuk antara pukul 09.00 hingga 20.00 waktu bagian Malaysia Kuala kondisi lalu lintas di Lumpur tak ubahnya dengan Jakarta. Namun, dengan adanya sistem transportasi publik terintegrasi tersebut, para kaum pekerja tidak terlalu stres. "Sebab sistem transportasinya sudah mudah dan cepat," kata dia.

Untuk satu kali perjalanan, paling murah penumpang hanya dibebani tarif RM1, sedangkan untuk mencapai stasiun pemberhentian terakhir terbanyak hanya dibebani tarif RM6. Bahkan, warga yang menggunakan kartu Tap and Go mendapatkan komplimen bisa dapat tarif lebih murah. "Kalau kereta, LRT atau monorel datangnya telat dari jadwal yang tertera penumpang dapat tarif diskon, dan langsung terpotong dari kartu Tap and Go," jelas dia.

Tahun ini, pemerintah baik pemerintah pusat dan provinsi Jakarta pun tengah mengebut berbagai pembangunan transportasi massa. Pembangunan infrastruktur untuk LRT dan monorel pun akan segera diselesaikan. Besar harapan warga pembangunan ini dapat mengentaskan kemacetan.

Target 1,5 juta turis

Dengan demikian, potensi wisatawan masuk ke Indonesia bisa lebih banyak. Apalagi, tahun ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tengah menggenjot jumlah wisatawan mancanegara untuk melancong masuk ke Indonesia. Dari Malaysia Kemenpar tengah berkolaborasi dengan maskapai penerbangan ternama Air Asia untuk mempercepat pertumbuhan wisatawan dari Malaysia ke Indonesia. Kolaborasi ini menargetkan 1,5 wisatawan asing asal Malaysia bertandang ke Indonesia pada 2017.

Staf Ahli Bidang Infrastruktur Pariwisata Kementerian Pariwisata, Judi Rifajantoro, menyampaikan dengan menggandeng nama besar dalam kolaborasi, mereka yakin mampu membawa wisatawan Malaysia lebih banyak hingga akhir tahun. Apalagi, selama sembilan tahun belakangan ini Air Asia mendapatkan penghargaan dari Skytax sebagai maskapai yang menawarkan harga terjangkau.

"Merek besar ini mampu bekerja bersama dan lebih kuat karena saling membutuhkan," kata dia dalam acara Ministry of Tourism Indonesia and Air Asia Berhad Marketing Collaboration Launch, Selasa (1/7) di Restoran Bumbu Desa, Selangor, Malaysia.

Judi menjelaskan, dalam satu pekan ada sekitar 361 penerbangan dari Malaysia masuk ke Indonesia. Mereka melayani sedikitnya 15 kota tujuan di Indonesia. Paling banyak penerbangan digemari antara lain ke Jakarta dan Lombok.

Lima destinasi baru

Namun, kata Judi, pihaknya mulai mengenalkan lima kota destinasi wisata terbaru mulai 2017. Lima kota destinasi wisata ini dianggap mampu menunjukkan identitas Indonesia pada wisatawan mancanegara. Selain lima kota memiliki keindahan alam, kota-kota tersebut punya nilai budaya, sejarah, dan religi.

"Kita mulai mendorong Solo, Semarang, Jogjakarta, Malang dan Palembang untuk berkembang jadi destinasi wisata baru," ujar dia.

CEO Air Asia Airlines, Aireen Omar, menyampaikan, sebagai maskapai penerbangan ASEAN, Air Asia berkomitmen mempromosikan wisatawan dari berbagai negara. Karena itu, kerja sama antara Air Asia dan Kemenpar Indonesia merupakan kebanggaan.

Pihaknya bisa ikut mendompleng angka turis yang masuk ke dua negara serta ikut memperkenalkan keanekaragaman tempat wisata antara dua negara.

"Keunggulan Air Asia ialah cakupan penerbangan kami yang luas. Terutama dalam pelayanan penerbangan antar dia negara," ujar Aireen.

Aireen menyampaikan kolaborasi antara dua pihak akan fokus pada kemajuan penjualan termasuk promosi dalam aneka ragam media. Mulai dari media digital, cetak, radio, promosi penerbangan serta penumpang penerbangan dalam pameran dan masih banyak lagi.

Sampai saat ini Air Asia yang punya basis di Kuala Lumpur Malaysia telah melayani penerbangan ke Indonesia ke beberapa kota besar di Indonesia. Di antaranya ke Banda Aceh, Bandung, Bali, Jakarta, Lombok, Medan, Pekanbaru, Palembang, Padang, Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, Makassar, dan Yogyakarta. Air Asia hingga kini menawarkan harga penerbangan ke Indonesia mulai RM79 atau setara dengan Rp248.850.

"Kami juta sudah menambah rute penerbangan baru seperti dari Kuching ke Pontianak untuk memenuhi permintaan yang semakin meningkat dari kedua-dua negara," jelas dia. (M-1)

Komentar